Minggu, 06 April 2014

Waspadai Gejala Kista Ovarium

Gejala Stadium Awal

Kista ovarium adalah sejenis tumor jinak yang akhir-akhir ini makin kerap ditemui pada kaum hawa. Penyakit ini pun menjadi salah satu penyakit penyebab kematian paling besar dari semua kanker ginekologi. Tumor jinak ini berwujud seperti kistik yang berisi cairan kental, nanah, atau udara. Tumor ini juga bisa berbentuk tumor padat, tetapi masih sebagian kecil saja. Gejala umum kista ovarium cukup bervariasi dan tidak spesifik. Gangguan haid dapat menjadi gejala penyakit kista ovarium stadium awal.

gejala kista ovarium


Konstipasi atau sering berkemih dapat terjadi apabila tumor sudah menekan kandung kemih. Gejala lain yang mungkin terjadi adalah peregangan atau penekanan di area panggul. Peregangan tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri yang spontan misal pada saat bersenggama. Gejala penyakit kista ovarium ini pun bisa berlanjut ke stadium lanjut yang lebih parah tentunya jika tidak segera dilakukan pengobatan.

Gejala Stadium Lanjut

Adapun gejala penyakit kista ovarium stadium lanjut berkaitan dengan penimbunan cairan di dalam rongga perut atau asites, usus, hati. Gejala ini tampak seperti perut kembung dan membuncit. Gejala yang menyertai adalah rasa mual, nafsu makan yang terganggu, susah buang air besar, dan air kecil. Penimbunan cairan bisa juga terjadi pada rongga dada. Penimbunan cairan di rongga dada ini menyebabkan penderita akan merasa sangat sesak nafas.

Upaya Pencegahan

Upaya pencegahan yang bisa diupayakan sebenarnya bukan pencegahan khusus untuk menghindari penyakit kista ovarium. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yakni untuk mengetahui secara dini penyakit ini dengan harapan dapat dilakukan pengobatan secepat mungkin. Upaya yang dapat dilakukan yakni melakukan pemeriksanaan secara berkala. Pemeriksaan tersebut bisa berupa pemeriksaan klikis genekologik yang berfungsi untuk mendeteksi kista atau adanya pembesaran ovarium. Pemeriksaan USG dengan alat Doppler, petanda tumor, dan pemeriksaan MRI juga perlu dilakukan.



Adapun wanita yang memiliki riwayat keluarga yang menderita kanker ovarium hendaknya melakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan ini baik pula dilakukan oleh wanita yang menderita kanker payudara, wanita yang susah hamil, atau wanita yang mendapati masa haid pertama lebih awal dan menopause.Waspadai Gejala Kista Ovarium oleh merline  broto.

Selasa, 01 April 2014

Memenuhi Kebutuhan Vitamin untuk Balita

Apakah memberikan suplemen berupa vitamin pada balita sudah perlu? Banyak ibu yang menanyakan hal tersebut. ibu ingin memastikan bahwa anaknya tetap mendapatkan asupan nutrisi yang optimal demi tumbuh dan kembangnya. Bagi ibu yang sibuk, mungkin agak kesulitan untuk terus memberikan ASI, sehingga sumber nutrisi lain seperti makanan pendamping dibutuhkan. Salah satunya dengan memberikan vitamin, terutama saat anak mulai terlihat kurang nafsu makan.

vitamin untuk balita


Sekarang ini, terdapat banyak sekali produk vitamin yang dipasarkan di pasaran. Para ibu harus berhati-hati saat memilih vitamin untuk buah hatinya. Pada dasarnya, yang perlu diketahui oleh ibu adalah vitamin apa saja yang dibutuhkan balitanya. Setelah usianya mencapai enam bulan, bayi mulai bisa diberikan makanan pendamping ASI. Makanan terserbut tentu harus disajikan dengan jumlah gizi yang seimbang yaitu meliputi karbohidrat, protein, lemak dan juga vitamin dan mineral. Untuk vitamin tersendiri, terbagi menjadi dua. Yang pertama, vitamin yang larut di dalam air, meliputi B6, B12, riboflavin, niacin dan folat. Yang kedua, vitamin yang larut di dalam lemak, meliputi A, D, E dan K. Semuanya dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh dan membuat tubuh bekerja dengan baik. Vitamin-vitamin tersebut dapat diperoleh dari makanan yang diberikan kepadanya, terutama buah-buahan dan sayuran. Kadarnyapun harus seimbang. Akan tetapi, seringkali balita susah untuk mau menerima makanan berupa sayuran sehingga ibu harus mencari alternatif lain agar kebutuhan vitaminnya tetap terpenuhi dengan baik.

Memilih Suplemen Vitamin Untuk Balita

Memilih produk suplemen vitamin untuk balita memang tidak mudah. Ibu harus benar-benar memperhatikan dosis serta komposisinya. Untuk mendapatkan produk yang aman, ibu bisa mempertimbangkan suplemen alami seperti Spirulina yang terbuat dari ganggang laut, fish oil vitaluxor yang kaya akan omega 3 dan DHA, serta Jelly Gamat Luxor yang merupakan makanan kesehatan terbuat dari ekstra bahan alami teripang laut yang aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja termasuk balita. Jenis teripang laut ini menurut para ahli sangat berkhasiat seperti melancarkan peredaran darah, menyembuhkan persendian, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah dan sebagainya. selain itu, terdapat 11 asam amino yang terkandung dalam tubuh teripang ini yang sangat baik untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan.